Sunburn

Sunburn adalah hal yang dapat dicegah. Kerugian paparan sinar matahari berlebih bisa jadi lebih banyak dari manfaatnya.

Sunburn atau terbakar matahari disebabkan lamanya bayi atau anak dijemur di matahari. Topik ini saya pilih karena melihat sekarang ini semakin banyak orangtua menjemur anaknya karena takut virus corona. Terlepas dari benar tidaknya hal ini, saya coba ingatkan lagi beberapa rekomendasi dari AAP (American Academy of Pediatrics). Sebenarnya review ini sudah lama dari tahun 2011 tapi diingatkan kembali di tahun 2017. Secara umum AAP menganjurkan untuk mengurangi paparan dengan sinar matahari disebabkan makin maraknya kanker kulit di sana apalagi seringkali pemakaian tabir surya atau sunscreen ini ternyata tidak optimal. Beberapa anjuran yang disarankan dari AAP yaitu:

  1. hindari paparan sinar matahari yang lama.
  2. hindari sinar matahari dari jam 10 pagi sampai 4 sore di mana kadar UVB paling tinggi.
  3. pakai baju dengan rapat dan pilih yang berwarna gelap.
  4. kacamata hitam dianjurkan digunakan bila ada.
  5. gunakan pelindung lainnya seperti topi atau mencari pelindung seperti berdiri di bawah pohon atau bayangan.
  6. gunakan tabir surya dan oles setiap 2 jam

Bayi di bawah 6 bulan tidak dianjurkan untuk dijemur atau terpapar sinar matahari langsung bahkan untuk bayi kuning pun tetap dianjurkan menggunakan filter untuk mengurangi paparan UVB tersebut.

Referensi
1.Long M. Sun exposure: in brief. Peds in Review. 2017. Washington
2.Barclay L. AAP Issues Guidelines on Limiting Sun Exposure in Children.  Medscape. 2011